Sabtu, 20 Juni 2009

Doa Pada Malam Hari

Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Mazmur Daud.
Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan aku. Di dalam kesesakan Engkau memberi kelegaan kepadaku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku!
Hai orang-orang, berapa lama lagi kemuliaanku dinodai, berapa lama lagi kamu mencintai yang sia-sia dan mencari kebohongan? Sela
Ketahuilah, bahwa TUHAN telah memilih bagi-Nya seorang yang dikasihi-Nya; TUHAN mendengarkan, apabila aku berseru kepada-Nya.
Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam. Sela
Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN.
Banyak orang berkata: "Siapa yang akan memperlihatkan yang baik kepada kita?" Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya TUHAN!
Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.
Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman. (Mazmur 4)

Rabu, 17 Juni 2009

Doa Pada Pagi Hari

Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan suling. Mazmur Daud.
Berilah telinga kepada perkataanku, ya TUHAN, indahkanlah keluh kesahku.
Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mulah aku berdoa.
TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.
Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu.
Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan.
Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.
Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.
TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku; ratakanlah jalan-Mu di depanku.
Sebab perkataan mereka tidak ada yang jujur, batin mereka penuh kebusukan, kerongkongan mereka seperti kubur ternganga, lidah mereka merayu-rayu.
Biarlah mereka menanggung kesalahan mereka, ya Allah, biarlah mereka jatuh karena rancangannya sendiri; buanglah mereka karena banyaknya pelanggaran mereka, sebab mereka memberontak terhadap Engkau.
Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu.
Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai. (Mazmur 5)

Senin, 15 Juni 2009

Happy...

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. (Mazmur 1)

GOD Blesses

God blesses those people who depend only on him. They belong to the kingdom of heaven!
God blesses those people who grieve. They will find comfort!
God blesses those people who are humble. The earth will belong to them!
God blesses those people who want to obey him more than to eat or drink. They will be given what they want!
God blesses those people who are merciful. They will be treated with mercy!
God blesses those people whose hearts are pure. They will see him!
God blesses those people who make peace. They will be called his children!
God blesses those people who are treated badly for doing right. They belong to the kingdom of heaven.

Selasa, 26 Mei 2009

Menerima Tuhan

Yesus Kristus adalah Firman Allah yang menjelma menjadi manusia. Dia adalah Allah sendiri yang turun ke bumi menjadi manusia. Mati menanggung dosa dan kesalahan kita, dan bangkit kembali dari kematian untuk memberikan kehidupan kekal bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Dia naik kembali ke sorga untuk menyediakan tempat bagi kita bersama-sama dengan Dia di sorga. Dialah jalan, dan kebenaran, dan hidup. Dialah satu-satunya jalan supaya kita dapat bersekutu dengan Allah kembali,menerima pengampunan dosa dan disucikan dari segala dosa.

Bila kita mau menerima kabar baik ini, inilah doa yang harus kita ucapkan secara pribadi:

"Tuhan Yesus Kristus, aku menyadari segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, Aku mengundangMu masuk dalam hatiku, untuk menjadi Tuhan dan Juruselamatku. Ampunilah segala dosa dan kesalahanku ini. Berkuasalah atas hidupku mulai sekarang ini. Tuntunlah hidupku mulai sekarang ini. Terima kasih Tuhan Yesus Kristus. Amin."

Bila doa di atas sudah kita ucapkan, maka kita menerima hak untuk menjadi anak-anak Allah. Kita boleh memanggil Allah kita sebagai Bapa. Jaminan keselamatan dan kehidupan kekal di sorga juga kita miliki. Terpujilah nama Tuhan.

Unsur Iman (3)

Kesetiaan adalah unsur iman yang ketiga. Dalam Alkitab dikisahkan bahwa Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, tiga orang tawanan perang yang dipekerjakan di kerajaan Babel, pada suatu hari diperhadapkan dengan pilihan yang sangat sulit. Raja Nebukadnezar telah membuat sebuah patung emas, dan semua orang yang ada di wilayah kekuasaannya harus menyembah patung emas itu. Siapa yang kedapatan tidak menyembah patung itu pada saat suara alat-alat musik diperdengarkan, akan dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego adalah orang-orang yang beriman hanya kepada Allah. Karena itu, mereka tetap menolak menyembah patung emas yang didirikan raja Nebukadnezar, meskipun sebagai akibatnya mereka harus dilemparkan dalam perapian yang menyala-nyala. Mereka tahu apa yang akan mereka hadapi bila menolak perintah raja, tetapi karena iman, mereka rela menanggungnya. Mereka memilih tetap setia dan mempercayakan kehidupan mereka hanya pada Allah. Inilah iman yang sejati.

Didamaikan Dengan Allah

Sejak kejatuhan manusia dalam dosa, Allah menyadari bahwa kecenderungan hati manusia adalah dosa semata-mata. Manusia akan binasa dan terpisah dari Allah selama-lamanya kalau mereka terus menerus ada dalam kejahatan.
Segala usaha sudah dilakukan manusia untuk terhindar dari murka Allah. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan berbuat kebaikan, dengan memeluk agama dan kepercayaan, dan dengan berbagai cara yang lainnya yang dapat manusia pikirkan. Tetapi Alkitab menyatakan bahwa semua usaha manusia itu sia-sia, karena semua orang sudah berbuat dosa. Allah itu Maha Suci, sedang manusia sudah berdosa.
Dosa adalah pemisah antara Allah dengan manusia. Sejak lahir manusia sudah dalam keadaan yang berdosa karena benih dosa itu diturunkan dari orang tua, sudah ada bergenerasi-generasi sebelumnya, bermula dari nenek moyang manusia, yaitu Adam dan Hawa yang jatuh dalam dosa. Contoh yang nyata bisa kita lihat pada anak-anak kecil. Tanpa diajari mereka sudah bisa melakukan hal yang tidak jujur. Tanpa diajari banyak di antara mereka sudah bersifat egois dan mau menang sendiri. Karena masih kecil, memang kelihatannya lucu bagi orang-orang yang sudah lebih dewasa. Tapi, inilah bukti bahwa benih dosa itu sudah diturunkan dari generasi ke generasi hingga sampai pada mereka juga. Kalau dibiarkan, kita bisa membayangkan betapa ngerinya dampak yang akan timbul di kemudian hari.
Dalam keadilanNya, Allah harus menghukum perbuatan-perbuatan dosa, tetapi dalam kasihNya, Allah tidak ingin manusia itu binasa karena perbuatan-perbuatan yang berdosa. Allah dengan berbagai cara sudah memberikan peraturan-peraturan agar manusia dapat diselamatkan dari murka Allah, tetapi manusia senantiasa melanggarnya.
Akhirnya, Allah menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Dengan mengambil rupa manusia biasa tetapi yang tidak berdosa, Allah masuk dalam kehidupan manusia dan bergaul dengan manusia, demi dapat menunjukkan jalan agar manusia itu dapat terhindar dari murka Allah. Bahkan dalam rupa manusia ini, Allah menanggung hukuman yang mestinya manusia terima, yaitu kematian. Dalam rupa manusia, Ia mengorbankan diriNya sendiri sebagai pendamaian bagi dosa-dosa manusia.
Inilah korban keselamatan yang pada masa sebelum kedatangan Yesus Kristus ke dunia dilambangkan dengan korban kambing/domba yang dibakar. Ibrahim diperintahkan untuk mengorbankan anaknya sebagai korban bakaran, tetapi kemudian Allah menggantinya dengan mengirim seekor domba jantan. Anak Ibrahim selamat, tidak jadi dikorbankan. Domba yang disembelih dan dikorbankan itu adalah lambang dari Yesus Kristus yang mati disalibkan untuk menggantikan diri kita yang seharusnya mengalami kematian sebagai hukuman atas dosa kita.
Dengan kematian Yesus Kristus di salib, manusia dapat didamaikan kembali dengan Allah. Dan bahkan dengan kebangkitan Yesus Kristus yang menandakan kemenanganNya atas maut, manusia memiliki pengharapan untuk mengalami kebangkitan kembali dan berjumpa dengan Allah muka dengan muka.
 Dalam Alkitab, Yesus Kristus berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Yesus Kristus adalah jalan untuk dapat datang kepada Allah. Setiap orang yang percaya dan menerima Dia diangkat menjadi anak-anak Allah dan boleh memanggil Allah sebagai Bapa. Suatu sebutan yang menujukkan hubungan yang sangat akrab.
Yesus Kristus adalah Firman Allah yang menjadi manusia. Dalam Injil Yohanes dinyatakan:
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
1:5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
1:6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;
1:7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
1:8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
1:9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
1:15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku."

Sudahkan kita menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita? Dialah jalan dan kebenaran dan hidup. Hanya Dia yang dapat mendamaikan kita dengan Allah.
 
Custom Search