Tampilkan postingan dengan label iman yang luar biasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iman yang luar biasa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2009

Unsur Iman (3)

Kesetiaan adalah unsur iman yang ketiga. Dalam Alkitab dikisahkan bahwa Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, tiga orang tawanan perang yang dipekerjakan di kerajaan Babel, pada suatu hari diperhadapkan dengan pilihan yang sangat sulit. Raja Nebukadnezar telah membuat sebuah patung emas, dan semua orang yang ada di wilayah kekuasaannya harus menyembah patung emas itu. Siapa yang kedapatan tidak menyembah patung itu pada saat suara alat-alat musik diperdengarkan, akan dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego adalah orang-orang yang beriman hanya kepada Allah. Karena itu, mereka tetap menolak menyembah patung emas yang didirikan raja Nebukadnezar, meskipun sebagai akibatnya mereka harus dilemparkan dalam perapian yang menyala-nyala. Mereka tahu apa yang akan mereka hadapi bila menolak perintah raja, tetapi karena iman, mereka rela menanggungnya. Mereka memilih tetap setia dan mempercayakan kehidupan mereka hanya pada Allah. Inilah iman yang sejati.

Senin, 18 Mei 2009

Unsur Iman (1)

Ada tiga unsur iman. Unsur iman yang pertama adalah percaya. Percaya bahwa Allah itu ada. Bahwa Allah yang telah menciptakan alam semesta ini dan berkuasa atas segala-galanya. Allah pula yang telah menciptakan bumi dan segala isinya. Kita, manusia, juga adalah ciptaanNya juga. Setan juga percaya bahwa hanya ada satu Allah saja. Allah yang satu itu telah menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus dengan misi menyelamatkan manusia dari murka Allah. Hal ini membuat setan gemetar. Itulah unsur iman yang pertama dari tiga unsur iman yang ada. Kalau kita hanya memiliki unsur pertama iman ini, apa bedanya iman kita dengan percaya yang dimiliki setan? Kita perlu memiliki unsur iman yang kedua.

Apakah Iman?

Alkitab menyatakan bahwa iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Dengan iman kita melihat suatu bukti/kebenaran nyata dari apa yang tidak dinyatakan oleh panca indera kita. Iman bergerak dan diteguhkan oleh bukti ini pada saat ia diperhadapkan dengan segala sesuatu yang kelihatannya bertentangan dengannya.
Dengan iman pula kita dapat diselamatkan dari murka Allah.
 
Custom Search