Minggu, 28 Juni 2009

Hal Menghakimi

"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu." (Matius 7:1-5)

Sabtu, 20 Juni 2009

Doa Pada Malam Hari

Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Mazmur Daud.
Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan aku. Di dalam kesesakan Engkau memberi kelegaan kepadaku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku!
Hai orang-orang, berapa lama lagi kemuliaanku dinodai, berapa lama lagi kamu mencintai yang sia-sia dan mencari kebohongan? Sela
Ketahuilah, bahwa TUHAN telah memilih bagi-Nya seorang yang dikasihi-Nya; TUHAN mendengarkan, apabila aku berseru kepada-Nya.
Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam. Sela
Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN.
Banyak orang berkata: "Siapa yang akan memperlihatkan yang baik kepada kita?" Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya TUHAN!
Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.
Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman. (Mazmur 4)

Rabu, 17 Juni 2009

Doa Pada Pagi Hari

Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan suling. Mazmur Daud.
Berilah telinga kepada perkataanku, ya TUHAN, indahkanlah keluh kesahku.
Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mulah aku berdoa.
TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.
Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu.
Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan.
Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.
Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.
TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku; ratakanlah jalan-Mu di depanku.
Sebab perkataan mereka tidak ada yang jujur, batin mereka penuh kebusukan, kerongkongan mereka seperti kubur ternganga, lidah mereka merayu-rayu.
Biarlah mereka menanggung kesalahan mereka, ya Allah, biarlah mereka jatuh karena rancangannya sendiri; buanglah mereka karena banyaknya pelanggaran mereka, sebab mereka memberontak terhadap Engkau.
Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu.
Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai. (Mazmur 5)

Senin, 15 Juni 2009

Happy...

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. (Mazmur 1)

GOD Blesses

God blesses those people who depend only on him. They belong to the kingdom of heaven!
God blesses those people who grieve. They will find comfort!
God blesses those people who are humble. The earth will belong to them!
God blesses those people who want to obey him more than to eat or drink. They will be given what they want!
God blesses those people who are merciful. They will be treated with mercy!
God blesses those people whose hearts are pure. They will see him!
God blesses those people who make peace. They will be called his children!
God blesses those people who are treated badly for doing right. They belong to the kingdom of heaven.

Selasa, 26 Mei 2009

Menerima Tuhan

Yesus Kristus adalah Firman Allah yang menjelma menjadi manusia. Dia adalah Allah sendiri yang turun ke bumi menjadi manusia. Mati menanggung dosa dan kesalahan kita, dan bangkit kembali dari kematian untuk memberikan kehidupan kekal bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Dia naik kembali ke sorga untuk menyediakan tempat bagi kita bersama-sama dengan Dia di sorga. Dialah jalan, dan kebenaran, dan hidup. Dialah satu-satunya jalan supaya kita dapat bersekutu dengan Allah kembali,menerima pengampunan dosa dan disucikan dari segala dosa.

Bila kita mau menerima kabar baik ini, inilah doa yang harus kita ucapkan secara pribadi:

"Tuhan Yesus Kristus, aku menyadari segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, Aku mengundangMu masuk dalam hatiku, untuk menjadi Tuhan dan Juruselamatku. Ampunilah segala dosa dan kesalahanku ini. Berkuasalah atas hidupku mulai sekarang ini. Tuntunlah hidupku mulai sekarang ini. Terima kasih Tuhan Yesus Kristus. Amin."

Bila doa di atas sudah kita ucapkan, maka kita menerima hak untuk menjadi anak-anak Allah. Kita boleh memanggil Allah kita sebagai Bapa. Jaminan keselamatan dan kehidupan kekal di sorga juga kita miliki. Terpujilah nama Tuhan.

Unsur Iman (3)

Kesetiaan adalah unsur iman yang ketiga. Dalam Alkitab dikisahkan bahwa Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, tiga orang tawanan perang yang dipekerjakan di kerajaan Babel, pada suatu hari diperhadapkan dengan pilihan yang sangat sulit. Raja Nebukadnezar telah membuat sebuah patung emas, dan semua orang yang ada di wilayah kekuasaannya harus menyembah patung emas itu. Siapa yang kedapatan tidak menyembah patung itu pada saat suara alat-alat musik diperdengarkan, akan dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego adalah orang-orang yang beriman hanya kepada Allah. Karena itu, mereka tetap menolak menyembah patung emas yang didirikan raja Nebukadnezar, meskipun sebagai akibatnya mereka harus dilemparkan dalam perapian yang menyala-nyala. Mereka tahu apa yang akan mereka hadapi bila menolak perintah raja, tetapi karena iman, mereka rela menanggungnya. Mereka memilih tetap setia dan mempercayakan kehidupan mereka hanya pada Allah. Inilah iman yang sejati.
 
Custom Search