Rabu, 20 Mei 2009

Unsur Iman (2)

Unsur yang kedua dari iman adalah mempercayakan diri/bergantung pada Allah sepenuhnya.
Ibrahim mempercayakan dirinya kepada Allah yang dia sembah. Ini dibuktikan ketika Allah memerintahkannya untuk pergi dari ke negeri asalnya dan menuju ke suatu tempat yang belum diketahuinya. Ia menurut saja kepada Allah sekalipun itu berarti meninggalkan zona nyaman yang selama ini sudah dimilikinya.
Kemudian ketika Allah memerintahkannya untuk mengorbankan anaknya sebagai korban bakaran, ia pun menurut begitu saja. Padahal Allah pernah berjanji padanya bahwa nanti ia akan memiliki banyak keturunan melalui anaknya itu. Kalau anaknya mati dikorbankan bagaimana dengan janji mengenai keturunan dari anaknya itu? Tetapi ia tetap mempercayakan urusan ini kepada Allah. Ia berpikir bahwa Allah sanggup membangkitkan orang yang sudah mati. Ketika ia hendak menyembelih anaknya, tiba-tiba ada malaikat mencegahnya, dan Allah kemudian menyediakan seekor domba jantan sebagai korban bakaran menggantikan anaknya.
Ibrahim bergantung penuh pada Allah yang ia sembah. Ia yakin bahwa Allah akan memenuhi janji-janji yang sudah diucapkanNya.

Senin, 18 Mei 2009

Unsur Iman (1)

Ada tiga unsur iman. Unsur iman yang pertama adalah percaya. Percaya bahwa Allah itu ada. Bahwa Allah yang telah menciptakan alam semesta ini dan berkuasa atas segala-galanya. Allah pula yang telah menciptakan bumi dan segala isinya. Kita, manusia, juga adalah ciptaanNya juga. Setan juga percaya bahwa hanya ada satu Allah saja. Allah yang satu itu telah menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus dengan misi menyelamatkan manusia dari murka Allah. Hal ini membuat setan gemetar. Itulah unsur iman yang pertama dari tiga unsur iman yang ada. Kalau kita hanya memiliki unsur pertama iman ini, apa bedanya iman kita dengan percaya yang dimiliki setan? Kita perlu memiliki unsur iman yang kedua.

Apakah Iman?

Alkitab menyatakan bahwa iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Dengan iman kita melihat suatu bukti/kebenaran nyata dari apa yang tidak dinyatakan oleh panca indera kita. Iman bergerak dan diteguhkan oleh bukti ini pada saat ia diperhadapkan dengan segala sesuatu yang kelihatannya bertentangan dengannya.
Dengan iman pula kita dapat diselamatkan dari murka Allah.

Murka Allah

Pada mulanya ketika Allah menciptakan langit, bumi dan segala isinya, semuanya adalah amat baik dan amat sempurna. Tidak ada penderitaan dan dukacita. Tidak ada sakit penyakit dan mara bahaya. Yang ada adalah sukacita dan damai sejahtera. Tetapi karena pelanggaran Adam dan Hawa, karena dosa, maka semuanya jadi rusak dan terkutuk. Bukan cuma Adam dan Hawa saja yang menderita, tetapi juga kita sebagai keturunan mereka. Perang, bencana alam, sakit penyakit, pembunuhan, perkosaan, dan bermacam-macam penderitaan yang lain menimpa manusia sebagai akibat dosa. Dan yang paling mengerikan, manusia akan mengalami kematian, akan masuk ke dalam siksaan api neraka.
Alkitab menyatakan bahwa semua orang sudah berbuat dosa. Dan sebagai akibat perbuatan dosa ini, maka semua orang akan terkena murka Allah. Manusia menjadi seteru Allah. Kalau manusia tidak mau terkena murka Allah, maka manusia harus didamaikan dengan Allah.

Selasa, 05 Mei 2009

SUKSES KUPU-KUPU


Kupu-kupu adalah serangga yang amat cantik. Sayapnya yang berwarna-warni sungguh sedap untuk dipandang mata. Namun, kupu-kupu tidaklah terlahir sebagai kupu-kupu. Siklus kehidupannya diawali dalam wujud sebutir telur yang amat kecil. Dari sebutir telur yang amat kecil, kemudian menetas menjadi seekor ulat yang bergerak lambat, yang bagi banyak orang amat menjijikkan. Dari ulat yang menjijikkan, ia berubah menjadi kepompong yang jelek. Dan selama beberapa waktu lamanya ia harus bertapa sebelum akhirnya pada waktu yang tepat, ia keluar dari kepompong dan menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Ada selang waktu yang cukup lama yang harus dilalui, dari sebutir telur sampai menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Ada proses yang tidak mudah, yang harus dijalani oleh kupu-kupu, sebelum akhirnya ia benar-benar menjadi seekor kupu-kupu yang cantik.
Kehidupan manusia diperhadapkan dengan pelbagai tantangan. Setiap orang punya persoalannya sendiri. Namun, ada satu hal yang sama. Setiap orang perlu memiliki ketekunan dan berjuang pantang menyerah untuk mengatasi setiap persoalan yang dihadapinya, bila ia ingin sukses. Memiliki semangat pantang menyerah dan terus mengembangkan diri, sangat diperlukan untuk dapat mencapai kesuksesan. Last but not least, we must pray every day. Talk to God, and hearing to His voice.

Jumat, 27 Maret 2009

Bosan

Setiap orang pasti pernah mengalami kebosanan. Perasaan jemu dan jenuh yang menggelayut dalam diri. Hal ini bisa muncul karena seseorang telah melakukan suatu aktifitas secara rutin dan terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Hanya itu-itu saja yang dilakukan dan dihadapinya setiap hari, setiap bulan dan bahkan setiap tahun. Kebosanan bisa menghilangkan kegembiraan seseorang. Orang yang biasanya ceria, tiba-tiba tampak murung dan buram wajahnya. Tidak ada sinar lagi yang memancar dari wajahnya, seolah-olah ada mendung yang sedang melingkupi wajahnya. Kebosanan bisa membuat emosi seseorang menjadi labil. Orang yang tadinya bisa menguasai diri dalam situasi dan kondisi yang buruk sekalipun, tiba-tiba meledak amarahnya karena satu persoalan yang sepele. Orang yang bosan biasanya juga akan cenderung menjadi malas untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang biasanya dilakukan. Pekerjaan yang biasanya dilakukan dengan semangat, sekarang dilakukannya dengan setengah hati. Kebosanan juga bisa membuat kreatifitas seseorang tiba-tiba mati. Ide cemerlang dan inovatif yang biasanya sering muncul, mendadak tidak kunjung muncul, padahal tuntutan pekerjaan akan hal ini tidak pernah berhenti. Itu semua adalah dampak buruk dari rasa bosan. Kebosanan tidak baik dampaknya apabila dibiarkan begitu saja. Rasa bosan harus segera diatasi. Ada orang yang mengatasi rasa bosannya dengan melakukan liburan. Apabila ia bekerja maka ia akan mengambil cuti panjang, dan kemudian pergi ke tempat tertentu untuk berlibur, untuk melakukan hal-hal yang sangat disukainya. Tentunya setiap orang mempunyai caranya sendiri dalam mengatasi kebosanan. Bagaimana dengan Anda? Bagaimana cara Anda mengatasi rasa bosan Anda? Anda bisa membagikan pengalaman Anda lewat blog ini. Klik saja pada “comments” yang ada tepat di bawah artikel ini atau kirimkan email ke rnurjanto@gmail.com.

Jumat, 16 Januari 2009

Kunci Untuk Memiliki Sikap Optimis

Tanpa terasa kita sudah masuk di tahun 2009. Kita tidak tahu apa saja yang akan terjadi di sepanjang tahun yang baru ini. Tetapi banyak orang memprediksi bahwa situasi masih akan terus bergejolak dan memburuk. Ancaman PHK masal masih akan terjadi, harga kebutuhan pokok yang meningkat, ketidakpastian politik dan hukum, bencana alam yang mengancam seperti banjir, gempa atau pun tanah longsor.

Itulah realita kehidupan yang kita semua hadapi. Tidak ada seorang pun yang lolos dari kenyataan ini. Kita bisa memilih untuk menyerah kepada keadaan dan bersikap pesimis, atau kita bisa bersikap tetap optimis dan menganggap setiap persoalan yang mungkin muncul sebagai batu loncatan untuk kehidupan yang lebih baik dan berkualitas.

Kita perlu belajar dari burung rajawali tentang cara untuk menghadapi badai. Burung rajawali tidak akan meringkuk ketakutan ketika angin badai datang menerpa. Ketika badai datang menerpa, burung rajawali justru akan mengembangkan sayapnya lebar-lebar dan memanfaatkan badai tersebut agar ia bisa terbang lebih tinggi lagi bahkan mengatasi badai tersebut. Burung Rajawali menggunakan kekuatan badai untuk mengangkat dirinya terbang lebih tinggi lagi.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda termasuk orang yang pesimis atau kah yang optimis? Orang yang pesimis akan mengalami ketakutan menghadapi masalah-masalah hidup ini. Ia akan selalu khawatir tentang hal-hal buruk yang mungkin akan menimpa dirinya. Ia akan menjadi tertekan, stress dan bahkan depresi. Anda tidak mau menjadi orang pesimis bukan?

Untuk itu kita perlu menjadi orang yang optimis dalam menghadapi hidup ini. Orang yang optimis akan selalu memiliki semangat, ketekunan, kekuatan, kreatifitas dan keyakinan untuk dapat mengatasi segala persoalan yang muncul dalam kehidupan ini. Kita, sebagai orang-orang yang sudah dibenarkan oleh Kristus, harus memiliki sikap optimis ini. Firman Tuhan dalam Amsal 24:16a menyatakan: “Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali”. Masalah dan bencana memang dapat menghadang diri kita dan membuat kita atau usaha kita terpuruk, tetapi kita akan bangkit kembali, karena Tuhan ada bersama dengan kita.

Bagaimana kita bisa memiliki sikap yang optimis pada saat hal-hal yang buruk datang dalam hidup kita? Bagaimana kita bukan hanya bertahan dalam tekanan-tekanan persoalan, tetapi bahkan memiliki kemampuan yang cukup untuk mengatasi persoalan-persoalan buruk tersebut?

Berikut ini adalah hal-hal kunci yang perlu kita perhatikan agar kita memiliki sikap optimis dan kemampuan untuk mengatasi masalah.

Pertama. Kita perlu memiliki iman yang kokoh dalam Tuhan. Hal ini hanya mungkin bila kita sering mendengar, membaca dan merenungkan firman Tuhan (Roma 10:17).
Kedua. Firman Tuhan adalah kebenaran. Bila kita mengetahui kebenaran firman Tuhan, maka kebenaran itu akan memerdekakan kita. Kita akan dimerdekakan dari rasa takut, khawatir, tertekan dan hal-hal negatif lainnya yang dapat menghancurkan hidup kita (Yoh 17:17, 8:32).
Ketiga. Masalah diizinkan Tuhan terjadi untuk membuat kita makin bergantung pada Tuhan, bukan pada pengalaman dan kemampuan kita sendiri (Ams 3:5; Fil 4:13).
Keempat. Kita perlu bergaul akrab dengan Tuhan, sehingga Tuhan memberikan pada kita kemampuan dan kreatifitas untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada (Ams 3:5-6).

Dengan mengetahui dan mempraktekkan hal-hal kunci ini, kita tidak akan takut ataupun khawatir lagi untuk menjalani kehidupan. Hidup itu memang penuh tantangan dan kesulitan. Tetapi di tengah-tengah tantangan dan kesulitan itu pasti ada kesempatan-kesempatan yang terbuka kalau kita dapat tetap dapat bersikap optimis. Jangan takut, atau pun khawatir. Tuhan Yesus Kristus selalu menyertai perjalanan hidup kita. Bersama Dia, kita cakap untuk menanggung segala perkara. Amin.
 
Custom Search