Selasa, 22 Juni 2010

Bebas dari Belenggu Ketakutan

Takut akan TUHAN akan melenyapkan segala ketakutan yang lain dalam hidup ini. Takut akan TUHAN berarti kita menghormati dan mempercayai TUHAN dengan sepenuh hati kita. Takut akan TUHAN berarti kita menghormati dan melakukan apa yang dikehendaki TUHAN. 
Daud pernah dicengkeram dengan ketakutan dalam hidupnya dan ia membagikan pengalamannya untuk bebas dari segala ketakutan di dalam kitab Mazmur 34. Kuncinya adalah Takut akan TUHAN.

Mazmur Daud, ketika ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir lalu pergi.  Aku hendak bersyukur kepada TUHAN setiap waktu, dan tak henti-hentinya memuji Dia.
Aku hendak bermegah-megah karena perbuatan TUHAN; semoga orang tertindas mendengarnya dan bergembira.
Agungkanlah TUHAN bersamaku, mari bersama-sama memuliakan nama-Nya. 
Aku berdoa kepada TUHAN, dan Ia menjawab, dan melepaskan aku dari segala ketakutan.
Orang tertindas berharap kepada-Nya dan bergembira, mereka tidak mempunyai alasan untuk menjadi malu.
Orang malang berseru dan TUHAN menjawabnya, membebaskan dia dari segala kesesakannya.
Malaikat TUHAN menjagai orang yang takwa, dan membebaskan mereka dari bahaya.
Rasakanlah sendiri betapa baiknya TUHAN, berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya.
Hormatilah TUHAN, hai kamu umat-Nya, sebab orang takwa tak akan berkekurangan.
Singa-singa pun lapar karena kurang makanan; tapi orang yang menyembah TUHAN tidak berkekurangan.
Dengarlah, hai anak-anak sekalian, kuajari kamu menghormati TUHAN.
Inginkah kamu panjang umur dan menikmati yang baik?
Jangan mengeluarkan kata-kata jahat, dan jangan suka akan tipu muslihat.
Jauhilah yang jahat, lakukanlah yang baik, usahakanlah perdamaian dengan sekuat tenaga.
TUHAN memperhatikan orang saleh, Ia mendengar bila mereka berteriak minta tolong.
Tetapi orang yang berbuat jahat ditentang-Nya; kalau mereka mati, mereka lekas dilupakan.
Bila orang saleh berseru, TUHAN mendengarkan, dan menyelamatkan mereka dari segala kesesakan.
TUHAN dekat pada orang yang berkecil hati; Ia menyelamatkan orang yang patah semangat.
Banyaklah penderitaan orang baik, tetapi TUHAN membebaskan dia dari semuanya.
Tubuhnya tetap dijaga TUHAN, dari tulangnya tak satu pun dipatahkan.
Orang jahat akan mati karena kejahatannya, orang yang membenci orang saleh akan dihukum.
TUHAN menyelamatkan hamba-hamba-Nya; yang berlindung pada-Nya tak akan dihukum.

Kamis, 22 April 2010

Never let yourself be defeated

You will face many defeats in your life, but never let yourself be defeated. (Anda akan menjumpai banyak kegagalan dalam hidup ini, tetapi jangan pernah biarkan diri Anda dikalahkan) —Maya Angelou


Tidak ada orang yang tidak pernah gagal dalam hidupnya. Waktu kita belajar naik sepeda pun kita pernah jatuh, bahkan berkali-kali jatuh. Ada banyak luka dan lecet, tetapi kita bangkit lagi dan mencoba lagi, hingga kita bisa naik sepeda dengan mahir.


Sepanjang kita melakukan hal yang baik dan berguna dalam hidup ini, janganlah kita pernah patah semangat. Apa yang kita lakukan seringkali tidak langsung berhasil seperti yang kita harapkan. Tetapi lewat persoalan-persoalan yang kita hadapi itu, kita akan tampil makin kuat, cerdas, dan dewasa dalam bersikap, berpikir, dan bertindak.


Raja Sulaiman pernah mengatakan:”Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.”


Jadi, mari kita tetap semangat menjalani kehidupan ini. Kita isi kehidupan ini dengan hal-hal yang bermanfaat dan berkenan di hadapan Pencipta kita.
Never... never... never... never... never give up!!!

Jumat, 16 April 2010

Never Give Up

The person who removes a mountain begins by carrying away small stones.(Orang yang memindahkan gunung memulainya dengan memindahkan batu-batu kecil)—Chinese proverb.

Jangan pernah patah semangat dalam menghadapi persoalan hidup. Setiap orang punya persoalannya masing-masing. Selesaikan persoalan itu satu persatu dan mulailah dengan yang dapat dilakukan terlebih dahulu.

Allah tidak pernah membiarkan kita menghadapi persoalan yang melampaui batas kekuatan kita. Bahkan Ia mau memberikan kekuatan kepada kita untuk dapat mengatasi segala persoalan yang ada.

Never... never... never... never... never give up !!!

Senin, 15 Maret 2010

Perlindungan Tuhan

Pada salah satu pertemuan kelompok kecil yang saya hadiri, salah seorang rekan saya menceritakan pengalamannya ketika Tuhan menolongnya dari bahaya. Tiap hari Minggu biasanya ia bangun pagi kira-kira pada pukul sepuluh karena ia ingin benar-benar menggunakan hari Minggu untuk beristirahat setelah selama enam hari lamanya ia bekerja keras. Ia biasa pergi ke gereja untuk beribadah pada Tuhan di sore hari. Tetapi aneh, pagi itu ia terbangun pukul enam pagi dan kemudian ia langsung membereskan pekarangan belakang rumahnya yang banyak ditumbuhi rumput. Rekan satu kamarnya pun ikut terbangun juga dan kemudian membantunya membereskan pekarangan. Sekitar pukul delapan pagi tiba-tiba terdengar suara gaduh di kamarnya. Setelah dilihat, ternyata atap rumahnya runtuh tepat di atas tempat tidurnya. Bisa dibayangkan, bagaimana kondisi rekan saya itu seandainya ia masih saja tidur di kamarnya dan baru bangun pada pukul sepuluh. Rekan saya bersyukur kepada Tuhan buat perlindunganNya yang ajaib itu.

Ketika pemazmur terluput dari mara bahaya yang mengancam nyawanya, ia menggubah nyanyian syukurnya dengan sangat indah seperti yang terdapat di dalam kibab Mazmur pasal 116.

Aku mencintai TUHAN, sebab Ia mendengarkan aku dan memperhatikan permohonanku.
Ia mendengarkan aku, setiap kali aku berseru kepada-Nya.
Aku diancam bahaya maut; kengerian maut menyergap aku, membuat aku gelisah dan takut.
Maka aku berseru kepada TUHAN, "Ya TUHAN, aku mohon, selamatkanlah aku!"
TUHAN itu pengasih dan adil; Allah kita penuh belas kasihan.
TUHAN memelihara orang-orang sederhana; waktu aku tak berdaya diselamatkan-Nya aku.
Kutenangkan hatiku, sebab TUHAN baik kepadaku.
TUHAN telah meluputkan aku dari kematian; dihibur-Nya aku dan tidak dibiarkan-Nya terjatuh.
Maka aku boleh menikmati hidup di dunia ini, di dalam perlindungan TUHAN.
Aku tetap percaya, sekalipun aku berkata, "Aku sangat tertekan."
Dalam kebingunganku aku berkata, "Tak seorang pun dapat dipercaya."
Apa yang akan kuberikan kepada TUHAN untuk membalas kebaikan-Nya bagiku?
Aku akan membawa persembahan anggur bagi TUHAN untuk bersyukur atas pertolongan-Nya.
Aku akan memenuhi janjiku kepada-Nya di depan seluruh umat-Nya.
TUHAN sangat menyayangkan kematian seorang yang dikasihi-Nya.
Aku ini hamba-Mu, ya TUHAN, seperti ibuku, aku pun berbakti kepada-Mu 
Engkau telah melepaskan aku dari tahanan.
Aku akan membawa kurban syukur kepada-Mu, sambil mengunjukkan doa kepada-Mu.
Aku akan memenuhi janjiku kepada TUHAN, di depan seluruh umat-Nya
yang berhimpun di pelataran Rumah TUHAN, di tengah kota Yerusalem. Pujilah TUHAN!

Pengalaman teman saya dan pemazmur dapat dialami oleh kita semua. Kita tidak tahu kapan malapetaka akan menimpa kita, tetapi ketika kita memiliki suatu hubungan yang erat dengan Tuhan, maka Tuhan akan meluputkan kita dari malapetaka tersebut.

Mau mendapatkan perlindungan dari Tuhan? 


Bagaimana hubungan Anda dengan Tuhan akhir-akhir ini?

Apakah Anda sudah menyediakan waktu untuk Tuhan setiap hari?

Minggu, 28 Februari 2010

Harta di Sorga

Ini adalah sebagian dari isi kotbah yang disampaikan oleh Tuhan Yesus Kristus.
"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6:19-21).

Tuhan Yesus Kristus menginginkan kita untuk tidak gila harta duniawi. Kehidupan yang hanya dihabiskan untuk mencari hal-hal yang sifatnya duniawi. Harta (uang) memang perlu untuk hidup di dunia ini, tetapi kita tidak boleh menjadikannya segala-galanya untuk hidup.

Hidup di dunia ini hanya sementara saja. Setelah kita mengalami kematian tubuh, masih ada kehidupan bagi roh dan jiwa kita dalam kekekalan, yaitu hidup bersama Allah (sorga) atau terpisah dari Allah (neraka). Alangkah celakanya kita kalau kita harus hidup dalam keterpisahan dengan Allah.

Tuhan Yesus Kristus mengingatkan kita untuk tidak hanya memikirkan perkara duniawi, tetapi juga perkara rohani. Kita disuruh untuk mengumpulkan harta di sorga. Caranya adalah dengan menggunakan harta kita untuk berbuat kebaikan terhadap sesama kita.

Hati kita berada di mana harta kesayangan kita berada. Di manakah harta kesayangan kita berada? Tujuan hidup kita dipengaruhi oleh hal ini.

Minggu, 31 Januari 2010

Orang Yang Terkutuk atau Diberkati?

Semua orang tentu ingin sukses dalam hidupnya. Namun untuk mencapai sukses itu banyak orang melakukannya dengan cara yang keliru. Banyak orang yang mengandalkan kekuatan diri sendiri atau pun orang lain untuk dapat mencapai kesuksesan. Tetapi apa yang didapatkan? Kekecewaan! Kekuatan diri sendiri atau pun bantuan orang lain ada batasnya!!! Hanya TUHAN yang tidak terbatas!

Untuk dapat mencapai kesuksesan sejati kita harus mengandalkan Pribadi Yang Tidak Terbatas ini. Mari kita mengandalkan dan menaruh pengharapan kita hanya pada TUHAN. TUHAN tidak akan pernah mengecewakan kita, karena rancanganNya adalah selalu untuk kebaikan kita.

Biarlah pesan TUHAN yang disampaikan oleh nabi Yeremia ini menggugah kesadaran kita semua untuk hanya mencari yang sejati.
Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah." (Yer 17:5-8).

Selasa, 22 Desember 2009

Natal

Saat ini gereja sedang merayakan natal. Natal merupakan peringatan terhadap lahirnya Yesus Kristus dari seorang perawan bernama Maria. Waktu itu Yesus Kristus datang sebagai bayi mungil yang dilahirkan di palungan, tampak tidak berdaya. Tetapi Dia mengemban misi mulia dari Allah Bapa untuk menyelamatkan kita manusia. Yesus Kristus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Ketika sebagai manusia Dia sudah bertumbuh menjadi dewasa dan dipenuhi dengan kuasa Allah sendiri, Dia tidak menyalahgunakan kekuasaan yang diterimaNya dari BapaNya. Yesus Kristus hanya melakukan apa-apa yang diperintahkan BapaNya untuk dilakukan dan menyelesaikan misi yang diembanNya, yaitu untuk mati di kayu salib di Golgota (Yoh 4:34). Misi itu telah selesai dengan sempurna sekitar dua ribu tahun yang lampau, dan kini Dia ada bersama Bapa di sorga. Kira-kira sehari sebelum kematianNya di kayu salib, Dia sempat menyatakan kerinduan hatiNya. Dia menyampaikan kerinduan hatiNya itu kepada murid-muridNya dan juga kepada BapaNya, kerinduanNya agar diriNya dapat tinggal dalam diri setiap pengikutNya, dan kerinduanNya agar para pengikutNya tinggal di dalamNya (Yoh 15 & 17). Itulah kerinduan hatiNya, pengharapanNya, yang dinyatakanNya pada BapaNya dan murid-muridNya, sebelum Dia mati disalibkan.

Tuhan Yesus sangat merindukan suatu hubungan yang akrab dengan para pengikutNya, tetapi itu juga sangat bergantung pada respon para pengikutNya. Dia Tuhan, tidak pernah mencabut kehendak bebas yang telah diberikanNya kepada manusia. Dia menginginkan suatu hubungan yang dilandasi oleh cinta yang sejati dan bukan karena paksaan.

Kita patut bersyukur bahwa Tuhan Yesus Kristus telah lahir ke dunia dan bahkan telah menyelesaikan misi yang diembanNya untuk menyelamatkan kita manusia. Tapi kita tidak boleh hanya terpaku dengan peristiwa yang telah terjadi sekitar dua ribu tahun yang lalu itu, dan melupakan tanggungjawab yang harus kita lakukan sekarang sebagai pengikutNya. Tuhan Yesus Kristus masih memiliki pengharapan-pengharapan yang hanya dapat dipenuhi oleh para pengikutNya. Anda dan saya adalah pengikut-pengikutNya.

Bagaimana hubungan kita dengan Tuhan Yesus Kristus akhir-akhir ini? Apakah kita sudah meresponi cinta suci yang sudah Tuhan berikan, dengan mencintaiNya dengan tulus pula? Ingat!!! Tuhan Yesus Kristus akan segera datang kembali. Dia akan datang kembali bukan sebagai bayi dalam palungan, tetapi sebagai Raja di atas segala raja, yang akan memerintah dengan segenap kemuliaan yang Dia miliki. Apakah kita masih menanti-nantikan Dia dengan tekun? Apakah kita sedang menjalani kehidupan kita sesuai dengan pengharapan Tuhan Yesus???
 
Custom Search