Jumat, 16 April 2010

Never Give Up

The person who removes a mountain begins by carrying away small stones.(Orang yang memindahkan gunung memulainya dengan memindahkan batu-batu kecil)—Chinese proverb.

Jangan pernah patah semangat dalam menghadapi persoalan hidup. Setiap orang punya persoalannya masing-masing. Selesaikan persoalan itu satu persatu dan mulailah dengan yang dapat dilakukan terlebih dahulu.

Allah tidak pernah membiarkan kita menghadapi persoalan yang melampaui batas kekuatan kita. Bahkan Ia mau memberikan kekuatan kepada kita untuk dapat mengatasi segala persoalan yang ada.

Never... never... never... never... never give up !!!

Senin, 15 Maret 2010

Perlindungan Tuhan

Pada salah satu pertemuan kelompok kecil yang saya hadiri, salah seorang rekan saya menceritakan pengalamannya ketika Tuhan menolongnya dari bahaya. Tiap hari Minggu biasanya ia bangun pagi kira-kira pada pukul sepuluh karena ia ingin benar-benar menggunakan hari Minggu untuk beristirahat setelah selama enam hari lamanya ia bekerja keras. Ia biasa pergi ke gereja untuk beribadah pada Tuhan di sore hari. Tetapi aneh, pagi itu ia terbangun pukul enam pagi dan kemudian ia langsung membereskan pekarangan belakang rumahnya yang banyak ditumbuhi rumput. Rekan satu kamarnya pun ikut terbangun juga dan kemudian membantunya membereskan pekarangan. Sekitar pukul delapan pagi tiba-tiba terdengar suara gaduh di kamarnya. Setelah dilihat, ternyata atap rumahnya runtuh tepat di atas tempat tidurnya. Bisa dibayangkan, bagaimana kondisi rekan saya itu seandainya ia masih saja tidur di kamarnya dan baru bangun pada pukul sepuluh. Rekan saya bersyukur kepada Tuhan buat perlindunganNya yang ajaib itu.

Ketika pemazmur terluput dari mara bahaya yang mengancam nyawanya, ia menggubah nyanyian syukurnya dengan sangat indah seperti yang terdapat di dalam kibab Mazmur pasal 116.

Aku mencintai TUHAN, sebab Ia mendengarkan aku dan memperhatikan permohonanku.
Ia mendengarkan aku, setiap kali aku berseru kepada-Nya.
Aku diancam bahaya maut; kengerian maut menyergap aku, membuat aku gelisah dan takut.
Maka aku berseru kepada TUHAN, "Ya TUHAN, aku mohon, selamatkanlah aku!"
TUHAN itu pengasih dan adil; Allah kita penuh belas kasihan.
TUHAN memelihara orang-orang sederhana; waktu aku tak berdaya diselamatkan-Nya aku.
Kutenangkan hatiku, sebab TUHAN baik kepadaku.
TUHAN telah meluputkan aku dari kematian; dihibur-Nya aku dan tidak dibiarkan-Nya terjatuh.
Maka aku boleh menikmati hidup di dunia ini, di dalam perlindungan TUHAN.
Aku tetap percaya, sekalipun aku berkata, "Aku sangat tertekan."
Dalam kebingunganku aku berkata, "Tak seorang pun dapat dipercaya."
Apa yang akan kuberikan kepada TUHAN untuk membalas kebaikan-Nya bagiku?
Aku akan membawa persembahan anggur bagi TUHAN untuk bersyukur atas pertolongan-Nya.
Aku akan memenuhi janjiku kepada-Nya di depan seluruh umat-Nya.
TUHAN sangat menyayangkan kematian seorang yang dikasihi-Nya.
Aku ini hamba-Mu, ya TUHAN, seperti ibuku, aku pun berbakti kepada-Mu 
Engkau telah melepaskan aku dari tahanan.
Aku akan membawa kurban syukur kepada-Mu, sambil mengunjukkan doa kepada-Mu.
Aku akan memenuhi janjiku kepada TUHAN, di depan seluruh umat-Nya
yang berhimpun di pelataran Rumah TUHAN, di tengah kota Yerusalem. Pujilah TUHAN!

Pengalaman teman saya dan pemazmur dapat dialami oleh kita semua. Kita tidak tahu kapan malapetaka akan menimpa kita, tetapi ketika kita memiliki suatu hubungan yang erat dengan Tuhan, maka Tuhan akan meluputkan kita dari malapetaka tersebut.

Mau mendapatkan perlindungan dari Tuhan? 


Bagaimana hubungan Anda dengan Tuhan akhir-akhir ini?

Apakah Anda sudah menyediakan waktu untuk Tuhan setiap hari?

Minggu, 28 Februari 2010

Harta di Sorga

Ini adalah sebagian dari isi kotbah yang disampaikan oleh Tuhan Yesus Kristus.
"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6:19-21).

Tuhan Yesus Kristus menginginkan kita untuk tidak gila harta duniawi. Kehidupan yang hanya dihabiskan untuk mencari hal-hal yang sifatnya duniawi. Harta (uang) memang perlu untuk hidup di dunia ini, tetapi kita tidak boleh menjadikannya segala-galanya untuk hidup.

Hidup di dunia ini hanya sementara saja. Setelah kita mengalami kematian tubuh, masih ada kehidupan bagi roh dan jiwa kita dalam kekekalan, yaitu hidup bersama Allah (sorga) atau terpisah dari Allah (neraka). Alangkah celakanya kita kalau kita harus hidup dalam keterpisahan dengan Allah.

Tuhan Yesus Kristus mengingatkan kita untuk tidak hanya memikirkan perkara duniawi, tetapi juga perkara rohani. Kita disuruh untuk mengumpulkan harta di sorga. Caranya adalah dengan menggunakan harta kita untuk berbuat kebaikan terhadap sesama kita.

Hati kita berada di mana harta kesayangan kita berada. Di manakah harta kesayangan kita berada? Tujuan hidup kita dipengaruhi oleh hal ini.

Minggu, 31 Januari 2010

Orang Yang Terkutuk atau Diberkati?

Semua orang tentu ingin sukses dalam hidupnya. Namun untuk mencapai sukses itu banyak orang melakukannya dengan cara yang keliru. Banyak orang yang mengandalkan kekuatan diri sendiri atau pun orang lain untuk dapat mencapai kesuksesan. Tetapi apa yang didapatkan? Kekecewaan! Kekuatan diri sendiri atau pun bantuan orang lain ada batasnya!!! Hanya TUHAN yang tidak terbatas!

Untuk dapat mencapai kesuksesan sejati kita harus mengandalkan Pribadi Yang Tidak Terbatas ini. Mari kita mengandalkan dan menaruh pengharapan kita hanya pada TUHAN. TUHAN tidak akan pernah mengecewakan kita, karena rancanganNya adalah selalu untuk kebaikan kita.

Biarlah pesan TUHAN yang disampaikan oleh nabi Yeremia ini menggugah kesadaran kita semua untuk hanya mencari yang sejati.
Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah." (Yer 17:5-8).

Selasa, 22 Desember 2009

Natal

Saat ini gereja sedang merayakan natal. Natal merupakan peringatan terhadap lahirnya Yesus Kristus dari seorang perawan bernama Maria. Waktu itu Yesus Kristus datang sebagai bayi mungil yang dilahirkan di palungan, tampak tidak berdaya. Tetapi Dia mengemban misi mulia dari Allah Bapa untuk menyelamatkan kita manusia. Yesus Kristus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Ketika sebagai manusia Dia sudah bertumbuh menjadi dewasa dan dipenuhi dengan kuasa Allah sendiri, Dia tidak menyalahgunakan kekuasaan yang diterimaNya dari BapaNya. Yesus Kristus hanya melakukan apa-apa yang diperintahkan BapaNya untuk dilakukan dan menyelesaikan misi yang diembanNya, yaitu untuk mati di kayu salib di Golgota (Yoh 4:34). Misi itu telah selesai dengan sempurna sekitar dua ribu tahun yang lampau, dan kini Dia ada bersama Bapa di sorga. Kira-kira sehari sebelum kematianNya di kayu salib, Dia sempat menyatakan kerinduan hatiNya. Dia menyampaikan kerinduan hatiNya itu kepada murid-muridNya dan juga kepada BapaNya, kerinduanNya agar diriNya dapat tinggal dalam diri setiap pengikutNya, dan kerinduanNya agar para pengikutNya tinggal di dalamNya (Yoh 15 & 17). Itulah kerinduan hatiNya, pengharapanNya, yang dinyatakanNya pada BapaNya dan murid-muridNya, sebelum Dia mati disalibkan.

Tuhan Yesus sangat merindukan suatu hubungan yang akrab dengan para pengikutNya, tetapi itu juga sangat bergantung pada respon para pengikutNya. Dia Tuhan, tidak pernah mencabut kehendak bebas yang telah diberikanNya kepada manusia. Dia menginginkan suatu hubungan yang dilandasi oleh cinta yang sejati dan bukan karena paksaan.

Kita patut bersyukur bahwa Tuhan Yesus Kristus telah lahir ke dunia dan bahkan telah menyelesaikan misi yang diembanNya untuk menyelamatkan kita manusia. Tapi kita tidak boleh hanya terpaku dengan peristiwa yang telah terjadi sekitar dua ribu tahun yang lalu itu, dan melupakan tanggungjawab yang harus kita lakukan sekarang sebagai pengikutNya. Tuhan Yesus Kristus masih memiliki pengharapan-pengharapan yang hanya dapat dipenuhi oleh para pengikutNya. Anda dan saya adalah pengikut-pengikutNya.

Bagaimana hubungan kita dengan Tuhan Yesus Kristus akhir-akhir ini? Apakah kita sudah meresponi cinta suci yang sudah Tuhan berikan, dengan mencintaiNya dengan tulus pula? Ingat!!! Tuhan Yesus Kristus akan segera datang kembali. Dia akan datang kembali bukan sebagai bayi dalam palungan, tetapi sebagai Raja di atas segala raja, yang akan memerintah dengan segenap kemuliaan yang Dia miliki. Apakah kita masih menanti-nantikan Dia dengan tekun? Apakah kita sedang menjalani kehidupan kita sesuai dengan pengharapan Tuhan Yesus???

Sabtu, 21 November 2009

Surat kepada GA Rayon I GPdI Semarang

Kepada
Ytks. Rekan-rekan Gembala Anak Rayon I GPdI Semarang.

Salam sejahtera di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Tanpa terasa sebentar lagi kita akan kembali memperingati hari kelahiran Kristus ke dalam dunia ini. Allah menjelma menjadi manusia demi menyelamatkan kita umat manusia dari hukuman dosa dan memindahkan kita dari kerajaan kegelapan ke dalam kerajaan terang.

Sebagai rekan sekerja dalam pelayanan anak tentunya kita semua sangat rindu untuk melihat setiap anak yang kita layani dapat berjumpa secara pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus. Kita tentunya sangat merindukan anak-anak yang kita layani dapat mengenal Tuhannya dengan benar, untuk kemudian dapat menghormati, mempercayai dan mengasihi Tuhannya dengan lebih baik lagi. Untuk itu pada perayaan Natal tahun ini, kami panitia natal menetapkan tema “Jesus Inside” (Yesus di dalamku) sebagai tema Natal Sekolah Minggu Rayon 1 GPdI Semarang. Yang menjadi dasar dari tema tersebut adalah kerinduan dari Tuhan Yesus Kristus sendiri, agar kita anak-anakNya tinggal di dalam Dia dan Dia tinggal di dalam kita, supaya kita sebagai anak-anakNya dapat menghasilkan buah-buah seperti yang Dia harapkan (Yoh 15:4-5, 17:25-26).

Lalu apa yang dapat kita lakukan untuk membantu anak-anak yang kita layani supaya mereka dapat berjumpa dengan Kristus? Pertama-tama tentunya kita harus menjadi teladan yang baik bagi mereka semua. Bila kita menginginkan anak-anak yang kita layani berjumpa dengan Kristus secara pribadi, maka kita sebagai Gembala Anak juga harus berjumpa secara pribadi dengan Kristus. Kita harus semakin intim dengan Kristus, karena Dialah sumber kehidupan kita. Hanya melalui persekutuan yang intim dengan Dia setiap hari, barulah kita dapat melakukan hal yang kedua ini, yaitu mengimpartasikan kasih, kuasa dan kebenaranNya kepada anak-anak yang kita layani. Bagaimanakah persekutuan kita dengan Kristus akhir-akhir ini?

Kami selaku panitia sangat memerlukan kerjasama dan bantuan dari rekan-rekan semua agar perayaan Natal tahun ini boleh membawa anak-anak kita berjumpa dengan Tuhan Yesus Kristus secara pribadi. Mari kita persiapkan diri kita dan anak-anak yang kita layani mulai dari sekarang ini. Kiranya Tuhan Yesus Kristus melimpahkan rahmatnya kepada kita semua. Amin.

Kamis, 22 Oktober 2009

Allah Sumber Kekuasaan

Kisah Nabi Daniel (bagian 1)


Raja Belsyazar mengadakan perjamuan yang besar untuk para pembesarnya, seribu orang jumlahnya; dan di hadapan seribu orang itu ia minum-minum anggur.
Dalam kemabukan anggur, Belsyazar menitahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu.
Kemudian dibawalah perkakas dari emas dan perak itu, yang diambil dari dalam Bait Suci, Rumah Allah di Yerusalem, lalu raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu;
mereka minum anggur dan memuji-muji dewa-dewa dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu.
Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu.
Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan.
Kemudian berserulah raja dengan keras, supaya para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum dibawa menghadap. Berkatalah raja kepada para orang bijaksana di Babel itu: "Setiap orang yang dapat membaca tulisan ini dan dapat memberitahukan maknanya kepadaku, kepadanya akan dikenakan pakaian dari kain ungu, dan lehernya akan dikalungkan rantai emas, dan di dalam kerajaanku ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga."
Tetapi semua orang bijaksana dari raja, yang telah datang menghadap, tidak sanggup membaca tulisan itu dan tidak sanggup memberitahukan maknanya kepada raja.
Sesudah itu sangatlah cemas hati raja Belsyazar dan ia menjadi pucat; juga para pembesarnya terperanjat.
Karena perkataan raja dan para pembesarnya itu masuklah permaisuri ke dalam ruang perjamuan; berkatalah ia: "Ya raja, kekallah hidup tuanku! Janganlah pikiran-pikiran tuanku menggelisahkan tuanku dan janganlah menjadi pucat; sebab dalam kerajaan tuanku ada seorang yang penuh dengan roh para dewa yang kudus! Dalam zaman ayah tuanku ada terdapat pada orang itu kecerahan, akal budi dan hikmat yang seperti hikmat para dewa. Ia telah diangkat oleh raja Nebukadnezar, ayah tuanku menjadi kepala orang-orang berilmu, para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum, karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!"
Lalu dibawalah Daniel menghadap raja. Bertanyalah raja kepada Daniel: "Engkaukah Daniel itu, salah seorang buangan yang telah diangkut oleh raja, ayahku, dari tanah Yehuda?
Telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau penuh dengan roh para dewa, dan bahwa padamu terdapat kecerahan, akal budi dan hikmat yang luar biasa.
Kepadaku telah dibawa orang-orang bijaksana, para ahli jampi, supaya mereka membaca tulisan ini dan memberitahukan maknanya kepadaku, tetapi mereka tidak sanggup mengatakan makna perkataan itu.
Tetapi telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau dapat memberikan makna dan dapat menguraikan kekusutan. Oleh sebab itu, jika engkau dapat membaca tulisan itu dan dapat memberitahukan maknanya kepadaku, maka kepadamu akan dikenakan pakaian dari kain ungu dan pada lehermu akan dikalungkan rantai emas, dan dalam kerajaan ini engkau akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga."
Kemudian Daniel menjawab raja: "Tahanlah hadiah tuanku, berikanlah pemberian tuanku kepada orang lain! Namun demikian, aku akan membaca tulisan itu bagi raja dan memberitahukan maknanya kepada tuanku.
Ya tuanku raja! Allah, Yang Mahatinggi, telah memberikan kekuasaan sebagai raja, kebesaran, kemuliaan dan keluhuran kepada Nebukadnezar, ayah tuanku.
Dan oleh karena kebesaran yang telah diberikan-Nya kepadanya itu, maka takut dan gentarlah terhadap dia orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa; dibunuhnya siapa yang dikehendakinya dan dibiarkannya hidup siapa yang dikehendakinya, ditinggikannya siapa yang dikehendakinya dan direndahkannya siapa yang dikehendakinya.
Tetapi ketika ia menjadi tinggi hati dan keras kepala, sehingga berlaku terlalu angkuh, maka ia dijatuhkan dari takhta kerajaannya dan kemuliaannya diambil dari padanya.
Ia dihalau dari antara manusia dan hatinya menjadi sama seperti hati binatang, dan tempat tinggalnya ada di antara keledai hutan; kepadanya diberikan makanan rumput seperti kepada lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai ia mengakui, bahwa Allah, Yang Mahatinggi, berkuasa atas kerajaan manusia dan mengangkat siapa yang dikehendaki-Nya untuk kedudukan itu.
Tetapi tuanku, Belsyazar, anaknya, tidak merendahkan diri, walaupun tuanku mengetahui semuanya ini.
Tuanku meninggikan diri terhadap Yang Berkuasa di sorga: perkakas dari Bait-Nya dibawa orang kepada tuanku, lalu tuanku serta para pembesar tuanku, para isteri dan para gundik tuanku telah minum anggur dari perkakas itu; tuanku telah memuji-muji dewa-dewa dari perak dan emas, dari tembaga, besi, kayu dan batu, yang tidak dapat melihat atau mendengar atau mengetahui, dan tidak tuanku muliakan Allah, yang menggenggam nafas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku.
Sebab itu Ia menyuruh punggung tangan itu dan dituliskanlah tulisan ini.
Maka inilah tulisan yang tertulis itu: Mene, mene, tekel ufarsin.
Dan inilah makna perkataan itu: Mene: masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri;
Tekel: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan;
Peres: kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia."
Lalu atas titah Belsyazar dikenakanlah kepada Daniel pakaian dari kain ungu dan pada lehernya dikalungkan rantai emas, dan dimaklumkanlah tentang dia, bahwa di dalam kerajaan ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga.
Pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim itu. (Kitab Daniel)
 
Custom Search